Tanda bahaya untuk kesehatan bayi baru lahir memang harus diwaspadai, utamanya jika anda baru pertama kali mempunyai anak. Tanda bahaya bayi baru lahir memang dikemukakan langsung oleh tenaga kesehatan, pada saat ibu telah melahirkan.

Apa saja yang harus dikenal dari tanda bahaya untuk kesehatan bayi baru lahir?

Tanda bahaya bayi baru lahir adalah suatu keadaan atau masalah yang mengakibatkan kematian pada bayi. Seperti yang kita ketahui, bahwa pasangan suami istri atau calon orang tua yang tengah mempersiapkan kelahiran sangat penting untuk mengetahui tanda bahaya.

Dengan mengenal tanda-tanda bahaya bayi baru lahir, maka orang tua akan selalu siap siaga untuk memastikan bayinya sehat. Para orang tua juga diharapkan Memahami tanda bahaya tersebut sekaligus tahu cara untuk mengatasinya. Bayi tentu mempunyai permasalahan kompleks yang tidak akan dipahami jika tidak detail melihatnya.

Bayi Tidak Mau Menyusu

Bayi tidak mau menyusu adalah salah satu tanda bahaya untuk kesehatan bayi baru lahir. Bayi yang tidak mau menyusu biasanya terjadi ketika dalam kondisi yang lemah. Namun, bisa jadi kondisi tersebut membawa bayi ke dalam titik dehidrasi berat.

Jika anda sebagai orang tua atau ibu, sedang mendapati kondisi ini, maka bisa mengupayakan agar sang buah hati tetap menempel ke payudara ibu. Sang buah hati harus tetap menempel ke payudara dengan cara menyusu yang benar. Dengan begitu, bayi perlahan-lahan akan mau menyusu walaupun dipaksakan. Usahakan juga untuk membawa ketenaga kesehatan, jika masalah ini terjadi berhari-hari.

Baca juga:

Apa yang harus dilakukan keturunan hipertensi agar sehat
Tips menjaga kesehatan lansia

Kejang

Perlu diketahui, bahwa kejang pada bayi biasanya dipicu oleh demam. Itulah mengapa sangat penting untuk orang tua memberi obat penurun panas yang sesuai dengan dosis anjuran dokter. Apabila bayi yang anda miliki kejang namun tidak dalam kondisi demam, maka ada baiknya orang tua harus membawanya langsung ke dokter.

Dengan membawa bayi secara segera ke dokter, bayi tersebut akan diketahui penyebab kejangnya. Kemungkinan terdapat penyebab lainnya yang bisa memicu kejang. Selain itu, orang tua juga harus mengetahui tanda-tanda kejang seperti bayi menangis secara terus menerus.

Bayi Merintih dan Lemah

Keadaan lainnya yang membuat bayi di dalam tanda bahaya adalah bayi merintih dan lemah. Bayi merintih dan lemah adalah kondisi yang dipicu oleh beragam penyebab. Salah satu penyebab bayi merintih dan lemah adalah diare atau muntah berlebihan, bisa jadi karena infeksi berat.

Orang tua harus mengetahui beberapa tanda gejala, karena bayi belum bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Apabila bayi menunjukkan tanda merintih terus-menerus walaupun telah diberi ASI atau ditimang-timang, maka akan lebih baik jika segera menghubungi dokter.

Sesak Napas

Tanda bahaya selanjutnya yang dialami oleh bayi adalah sesak nafas, utamanya jika bayi bernafas kurang dari 40 kali permenit atau lebih dari 60 kali per menit. Orang tua harus wajib waspada, karena bayi harus dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat jika ditemukan tanda bahaya sesak nafas.

Pusar Kemerahan

Pusat kemerahan adalah salah satu tanda adanya infeksi pada bayi. Saat merawat tali pusat tentu orang tua harus memperhatikan warna dari tali pusat tersebut, hal yang harus jadi perhatian lainnya adalah bau yang dikeluarkan oleh tali pusat. Apabila tali pusat pada bayi kemerahan atau bahkan berbau, maka hal tersebut adalah tanda-tanda infeksi.

Usahakan ketika merawat tali pusat, tali pusat dan dirawat tersebut tetap kering dan bersih. Orang tua harus berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila pusat telah ditemukan kemerahan atau berbau. Membawa bayi segera ke tenaga kesehatan adalah pilihan yang paling terbaik. Sebab, bayi memang harus memerlukan tindakan segera.

Mengenal tanda bahaya bayi baru lahir memang harus menjadi perhatian untuk ibu dan ayah yanng baru saja memiliki bayi. Tanda-tanda di atas semoga bisa menjadi panduan untuk orang tua.